PAPANBACA Industri Bangunan Belanda Bisa Sejuk Ternyata Hal Ini !! Bukan Karena Mistis

Bangunan Belanda Bisa Sejuk Ternyata Hal Ini !! Bukan Karena Mistis

Bangunan Belanda sering kita jumpai. Tidak heran juga kan, Negara Indonesia kita ini pernah dijajah oleh Negara Belanda sekitar 350 tahun. Jadi kita bisa melihat sepanjang jalan di daerah manapun, baik itu perkotaan ataupun perdesaan, terkadang ada bangunan atau peninggalan dari Negara Belanda, entah itu bangunan yang masih bagus, benteng, maupun barack atau tempat persembunyian.

Bahkan banyak peninggalan – peninggalan Belanda yang di era seakrang menjadi situs wisata dan edukasi untuk mengenang sejarah ketika zaman dahulu di era Belanda. Tentunya gak cuman bangunan saja ya, banyak juga peninggalan – peninggalan berupa alat perang, baju, kendaraan yang dipakai oleh tantara Belanda.

Kalau berbicara seputar bangunan peninggalan Belanda. Di bangunannya terdapat hal yang unik ketika memasuki bangunan tersebut, serasa hawa yang didalam bisa terasa sejuk banget, padahal cuaca di luar terasa panas loh. Apakah karena hawa tersebut ada hubungannya dengan arwah noni-noni Belanda ? tentunya bukan ya,

Ternyata hal ini yang membuat bangunan Belanda bisa menjadi sejuk

Terdapat Heat/Thermal Transfer

Alias adanya panas yang berpindah. Jadi, sebetulnya pada tubuh manusia ketika melakukan aktivitas, akan menghasilkan panas yang perlu dikeluarkan dari tubuh. Kemudian bagaimana cara mengeluarkan panas tersebut dari tubuh ? tentunya dengan cara dipindah, dtransfer.

Dan hal ini dikenal dengan istilah Thermal/Heat Transfer. Nah pada bangunan peninggalan Belanda sendiri, mempunyai dinding yang bisa menyerap panas yang dikeluarkan oleh tubuh manusia, sehingga hal tersebut bisa menyebabkan rasa sejuk di dalam bangunan tersebut. Apakah karena adanya haw dari peninggalan noni-noni Belanda ? atau dari bentrokan anatara alam yang gak terlihat ?

bangunan belandaKenapa bisa begitu ? Soalnya gini ya, dindingnya itu sendiri dipasangi tembok 1 bata. Bukan dipasang ½ bata atau dari kayu bisa dari bambu juga. Soalnya, jika dibandingkan dengan memasang 1 tembok bata, dengan hal ini mudah banget untuk menyerap, menyimpan, dan melepas energi panas sangat kecil. Makanya ketika kamu masuk hawa dan rasanya bisa sejuk kan ya. 

Jadi itulah alasan yang bisa bikin sejuk ketika berada didalam rumah peninggalan Belanda. Dan juga hal ini perlu memperhatikan material atapnya juga ya, jangan asal pasang atap nih. Meskipun rumahnya peninggalan belanda kalau bahan material atapnya gak pas, atau yang mudah menyerap panas ya gak jadi sejuk deh. Misal nih rumah udah oke, eh tapi di atapnya pakai atap dari seng, ya sama aja bohong, panas dari atas trobos. Rasa sejuknya jadi kalah dan hilang deh.

Baca juga Arti dari Warma-Warna Helm Proyek

Kemudian Adanya Air Velocity

Kemudian di bangunan peninggalan Belanda, selain adanya Thermal transfer di rumah peninggalan Belanda yang bisa mengubah rasa panas diluar menjadi rasa sejuk di dalamnya. Ternyata ada juga yang namanya Air Velocity, alias angin smriwing-smriwingnya loh. Sebetulnya gak cuman bangunan Belanda yang mempunyai Air Velocity, atau angin semriwing-semriwing ini.

Tapi juga bangunan tradisional juga ada kok, soalnya punya cross ventilation yang bagus. Jadi angin itu yang dari luar dikasih jalan masuk dan keluar lagi. Alhasil terasa ketika didalam seperti ada ac alaminya, alias angin semriwing. Ketika kamu berada di dalam rumah peninggalan Belanda. Jadi gak cukup dengan thermal transfer tadi ya. Juga dilengkapi dengan Air Velocity, alias celah-celah untuk angin masuk.

bangunan belandaSama satu hal lagi nih, kalau kamu perhatikan di setiap rumah peninggalan Belanda, atau rumah yang masih tradisional yang dibangun pada jaman dulu, rata-rata jendelanya itu bentuknya besar-besar banget kan, dan bahan materialnya terbuat dari kayu kebanyakan, beda dengan jendela pada rumah-rumah sekarang apalagi perumahan. Yang seringnya kaca.

Dan juga di jendela bangunan dulu itu terdapat banyak celah di jendela-jendelanya loh. Jadi meskipun jendela itu kamu tutup 100% gitu ya, masih tetap ada angin yang dari luar masuk dan keluar, gak ke blok 100% jadinya. Tetap smriwing deh. Terasa sejuk meskipun cuaca di luar rumah lagi panas. Sudah ada Thermal Transfernya dilengkapi Air Velocity juga, komplit deh bisa jadi sejuk terus di rumah.

Nah kalau di rumah yang sekarang, beda banget dengan rumah bangunan Belanda

Soalnya kebanyakan dari rumah sekarang itu, rumah-rumah yang modern ya misalnya, gak punya yang namanya cross ventilation. Ya memang sih ada jendela, tapi jendelanya kebanyakan dari kaca. Cela-cela disebelahnya pun tidak seperti celah di jendela pada bangunan dulu. Hampir tertutup rapat.

Jadi kalau ditutup, bakalan ngeblok angin dari luar yang masuk kedalam. Ya mana mungkin angin bisa menembus kaca kan. Jadi rasanya gak sebegitu sejuk dengan bangunan tradisional ataupun bangunan Belanda, alias gak segitu semriwing-semriwing. Malah bisa saja gak ada Air Velocitynya.

Jadi begitu ya alasan dibalik rasa sejuknya bangunan peninggalan Belanda, bukan karena hawanya noni-noni Belanda penunggunya loh ya. Karena adanya Thermal Transfer dari bahan bangunan pada dindingnya. Serta adanya Air Velocity, alias celah-celah yang berfungsi sebagai jalan keluarnya angin yang mauk dari luar rumah ke dalam ruamh. Yuk baca artikel menarik lainnya di papanbaca.

4 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *