Cara Menggunakan Revisi Postingan di WordPress

Cara Menggunakan Revisi Postingan di WordPress

Apakah kamu tahu bahwa WordPress hadir dengan fitur bawaan yang memungkinkan pengguna untuk membatalkan perubahan dan kembali ke versi postingan sebelumnya. Fitur ini biasa di sebut dengan Post Revisions atau mudahnya Revisions.

Banyak penulis blog yang mengalami kesalahan ketika sedang membuat artikel baru dan menyadarinya ketika sudah di terbitkan. Saat itu mungkin kamu berharap untuk tidak menghapus apa yang sudah kamu tulis sebelumnya. Pada saat ini lah Revisi berperan penting untuk memperbaiki dengan cara kembali ke waktu sebelumnya dan membatalkan perubahan.

Pada artikel ini, kami akan menunjukkan cara membatalkan perubahan di WordPress dengan revisi postingan.

Apa itu Post Revisions?

WordPress hadir dengan sistem yang powerful untuk menyimpan riwayat revisi pada setiap postingan atau halaman yang kamu tulis.

Setiap draf yang kamu kerjakan, WordPress secara otomatis menyimpan revisi sementara. Nantinya jenis revisi ini di sebut dengan autosaving.

Defaultnya WordPress menjalankan autosave setiap 60 detik. Hal ini juga secara otomatis menggantikan penyimpanan versi lama dengan yang baru.

auto save posts

Fitur autosave ini sangat membantu kamu dalam memulihkan konten jika terjadi kesalahan sebelum kamu menyimpannya. Misalnya, ketika browser crash atau komputer tiba-tiba mati saat lagi menulis, kamu dapat dengan mudah memulihkannya dari fitur autosave ini.

WordPress juga menyimpan revisi postingan setiap kali pengguna mengklik tombol save, update, atau publish. Tidak seperti autosave, revisi ini di simpan secara permanen di database WordPress.

Sekarang, mari kita lihat bagaimana cara menggunakan fitur revisi untuk membatalkan perubahan pada postingan dan halaman WordPress.

Cara Mengurungkan Perubahan di WordPress Dengan Revisi Postingan

WordPress menampilkan jumlah revisi di bawah panel “Post” pada layar edit postingan atau halaman.

Kamu dapat menemukannya di sisi kanan layar post editor. Ketika di klik, kamu akan di arahkan ke layar revisi.

Tampilan Post Revisions

Layar post revisions akan menampilkan revisi terbaru dari postingan dengan scrollbar di bagian atas. Ketika menggeser tombol itu akan membawa kamu ke revisi postingan sebelumnya.

Geser Untuk Kembali ke Revision Sebelumnya

Perubahan yang di buat pada setiap revisi akan di sorot dalam warna hijau dan merah muda. Di bagian atas, kamu bisa melihat pengguna yang membuat perubahan ini, waktu, dan informasi lainnya.

Sorotan Post Revisions

Gunakan tombol Next atau Previous untuk berpindah di sekitar revisi.

Atau kamu dapat memberi tanda centang pada kotak yang berada di samping “Compare any two revisions” untuk membagi tombol scrollbar menjadi dua. Nantinya kamu hanya perlu mengeser setiap tombol ke revisi yang berbeda dan membandingkan perbedaan antara dua revisi tersebut.

Compare any two revisions

Untuk mengembalikan revisi, kamu cukup mengklik tombol Restore This Revision atau Restore This Autosave.

Sekarang WordPress akan mengembalikan revisi yang di pilih sebagai revisi postingan kamu saat ini, dan kamu dapat menyimpannya sebagai draft.

Restore This Revision

Perlu kamu ketahui bahwa mengembalikan ke revisi sebelumnya tidak akan menghapus versi terbaru dari postingan. Namun, WordPress akan menyimpannya di database sebagai revisi lain.

Menggunakan Post Revisions di Classic Editor

Jika kamu tidak menyukai blok editor WordPress dan tetap memilih untuk menggunakan editor versi lama. Maka kamu dapat menemukan revisi postingan pada kotak meta Publish di panel bagian kanan layar editor postingan atau halaman.

Post Revisions Classic Editor

Dan untuk melihat revisi postingan, kamu cukup mengklik Browse di sebelah jumlah revisi. Nantinya tampilan revisi postingan akan sama seperti saat menggunakan block editor Gutenberg.

Membatasi atau Menghapus Revisi Postingan di WordPress

Semua revisi postingan di simpan pada database WordPress. Maka dari itu banyak pengguna yang khawatir jika terlalu banyak revisi dapat membuat ukuran database menjadi lebih besar yang nantinya dapat berefek pada loading website.

Tetapi pernyataan itu tidak benar. Karena WordPress melewatkan revisi postingan saat melakukan panggilan database di frontend. Tetapi hal itu akan terjadi ketika kamu mencari revisi di post editor, atau ketika sedang menjelajahi revisi.

WordPress juga memungkinkan pengguna untuk mengontrol berapa banyak revisi yang ingin kamu simpan untuk sebuah artikel. Dan untuk membatasi post revisions ini, cukup tambahkan kode berikut ke dalam file wp-config.php.

Angka 10 adalah jumlah revisi yang akan di simpan untuk setiap postingan. Kamu bisa merubah angka tersebut sesuai dengan yang di inginkan.

Kamu juga bisa menghapus revisi postingan yang lama. Tetapi kamu dapat melakukan hal ini jika memang tidak akan pernah membutuhkan revisi tersebut, berikut cara menghapusnya.

Langkah pertama, kami sarankan kamu untuk membuat backup WordPress terlebih dahulu. Hal ini sangat penting untuk di lakukan, karena akan mudah memulihkan website jika terjadi kesalahan nantinya.

Selanjutnya, kamu perlu menginstal dan mengaktifkan plugin WP-Optimize. Untuk detail lebih lanjut, lihat panduan kami tentang cara install plugin WordPress.

Setelah di aktivasi, pada menu samping kiri area admin WordPress buka WP-Optimize > Database dan beri centang di sebelah opsi “Clean all post revisions”.

Post Revision Database

Sekarang klik tombol Run optimization untuk menghapus semua post revision. Kemudian kamu dapat menghapus plugin setelah selesai.

Catatan: Dengan menghapus revisi tidak akan menghentikan WordPress dari menyimpan revisi untuk postingan kamu selanjutnya.

Kami harap artikel ini membantu kamu mempelajari cara menggunakan post revision untuk membatalkan perubahan di WordPress.

Semoga panduan di atas bermanfaat. Jika kamu memiliki pertanyaan tinggalkan pada kolom komentar di bawah.

24 Likes

Ingin berkontribusi?


Sekarang kamu sebagai pembaca juga bisa berkontribusi pada website ini dengan cara mengirimkan tulisan yang kamu buat, sebagai imbalan kamu akan mendapatkan reward sejumlah uang.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *