PAPANBACA News Inovasi Solar Tracker Tanpa Listrik Karya Mahasiswa UI

Inovasi Solar Tracker Tanpa Listrik Karya Mahasiswa UI

Semakin pesat berkembangnya bidang teknologi. Semakin pesat pula inovasi-inovasi yang terus bermunculan. Dengan tujuan yang sama untuk memperoleh teknologi yang lebih efisien dari teknologi sebelumnya. Banyak inovasi-inovasi yang digagaskan oleh para inovator. Baik itu dari kalangan mahasiswa, komunitas, ilmuwan dan lain sebagainya.

Khususnya inovasi dalam dunia energi, merupakan bidang yang sangat membutuhkan inovasi di tiap prosesnya. Bertujuan memanfaatkan bidang lain sebagai transisi energinya, agar sumber daya di bumi ini tidak kehabisan. Banyak gagasan inovasi yang dipaparkan oleh para inovator baik itu melewati lomba inovasi nasional atau internasional, bisa juga riset kampus.

Salah satu contohnya seperti inovasi yang di gagas oleh 5 mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Yang beranggotakan Jason Jimmy Palenewen – Program studi Teknik Bioproses 2019, Angelina Grace – Program studi Teknik Kimia 2019, Evan Fadhil Nurhakim – Program studi Teknik Kimia 2019, Jonathan Tjioe – Program studi Teknik Kimia 2019, serta Juan Khosashi – Program studi Teknik Kimia 2019.

Mereka membuat inovasi pada bidang sel surya yaitu pelacak energi surya (solar tracker), yang mempunyai prinsip sederhana dengan harga yang bisa dibilang ekonomis, kalau dibandingkan dengan solar tracer konvesional. Gagasan inovasi ini juga diajukan pada ajang Program Kreativitas Mahasiswa, pada bidang Karya Cipta (PKM-KC). Dengan diikutkan ajang tersebut, diharapkan bisa jadi solusi permasalahan rendahnya efisiensi pada pemanfaatan energi surya di Indonesia.

Kenali Inovasi Solar Mechanical Adjustable Ray Tracker (SMART)

SMART ini adalah inovasi yang merupakan alat pelacak surya, dengan berbasis pada sistem kontrol fluida mekanik bertujuan mengoptimalkan kinerja panel surya dengan komponennya tanpa menggunakan listrik apapun.

Sumber energinya sendiri, berasal dari panas cahaya matahari dengan mengekspansi fluida sehingga menghasilkan kemiringan tertentu pada panel surya. Selain itu juga, terdapat alat solar heat yang digunakan untuk mengurangi perpindahan panas.

Serta alat ini juga mempunyai ciri khas loh

Alat ini mampu bergerak rotasi pada satu sumbu, kemudian penggerak motor dapat mengikuti gerak harian matahari. Dan juga alat ini berbasis elektrik, sehingga memungkinkan untuk digunakan pada daerah yang minim dana perawatan serta mempunyai sifat fleksibel.

Selain itu juga, alat ini sudah memenuhi Sustainable Development Goals (SDGs). Yakni dapat menerima akses energi yang terjangkau, serta handal, dan bentuknya modern bagi masyarakat di Indonesia dalam mengoptimalkan penyerapan energi surya. Sehingga dengan adanya ini penggunaan energi tak terbarukan, bisa menjadi semakin kecil konsumsinya, dengan begitu bisa berdampak pada pengurangan emisi gas CO2.

Nah begitu ya sobat papanbaca terkait inovasi Solar Tracker yang diciptakan oleh mahasiswa Universitas Indonesia. Tentunya tidak harus hanya dari mahasiswa UI ya, kamu para mahasiswa, komunitas ataupun penelitipun berkesempatan dalam melakukannya loh. Juga jangan lupa baca artikel menarik lainnya di situs papanbaca.net sob.

Sumber by www.ui.ac.id

8 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *