PAPANBACA News Sah, Tambang Bahan Nuklir Di Restui oleh Jokowi

Sah, Tambang Bahan Nuklir Di Restui oleh Jokowi

Tambang Nuklir Di Perbolehkan. Apakah Indonesia Akan Ada PLTN ?

Nuklir belakangan banyak dibicarakan menjadi transisi energi dari sebelumnya. Di berbagai negara Nuklir sudah menjadi salah satu untuk penghasil listrik, dan masih banyak juga manfaat lainnya. Di Indonesia sendiri hal ini masih jadi penellitian dan perbincangan banyak orang. Terlebih lagi tidak sembarangan dalam mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir.

Energi nuklir sendiri dihasilkan dari proses kimia atau reaksi fungsi dan reaksi fusi yang terdapat pada sebuah inti atom. Salah satu bahan dasarnya pembuatan yaitu Uranium dan Thorium. Bahan dasar ini di Indonesia sendiri bisa dikatakan cukup banyak sumber dayanya di beberapa wilayah. Hal inilah yang menjadi digadang-gadang didirikan di Indonesia.

Setelah sekian lama, akhirnya pertambangan bahan nuklir telah disahkan pada 12 Desember tahun 2022, oleh Presiden Jokowi Dodo, yang tertuang pada Peraturan pemerintahan (PP) Nomor 52 Tahun 2022 Tentang Keselamatan dan Keamanan Pertambangan Bahan Galian nuklir.

Hal ini menjadi kian santer jadi perbincangan, lantas bahan baku nuklir apa yang bisa ditambang di Indonesia ?

Mengacu pada Kementerian Perindustrian, bahwa untuk menghasilkan 1 Giga Watt listrik pertahunnya, itu membutuhkan batu bara sebanyak 3,5 – 4 juta ton produksi. Sementara jika memakai nuklir, bahan dasar yang dibutuhkan adalah Uranium sekitar 200 – 250 ton produksi. Namun, Thorium hanya mampu menghasilkan kapasitas listrik dengan volume sebesar 7 ton saja.

Nah kalau yang belum tahu Uranium dan Thorium ini merupakan salah satu bahan dasar dari pembuatan nuklir sobat papanbaca.

Lantas berapa banyak sumber daya bahan pembuatan nuklir di Indonesia sendiri ?

Berdasarkan dari Badan Tenaga nuklir Nasional (Batan) pada tahun 2020, Indonesia punya bahan baku nuklir berupa Uranium sebanyak 81.090 ton serta Thorium sebanyak 140.411 ton.

nuklir

Tersebar di beberapa walayah seperti Sumatera sekitar 31.567 ton Uranium dan 126.821 ton Thorium. Kalimantan sebanyak 45.731 ton Uranium dan 7.028 ton Thorium. Sementara Sulawesi sebanyak 3.793 ton Uranium dan 6.562 ton Thorium.

Meskipun begitu sobat papanbaca. Dengan jumlah sumber daya bahan yang terdapat di Indonesia. Masih belum mengantarkan Indonesia masuk ke dalam jajaran 10 negara dengan cadangan bahan pembuatan nuklir terbanyak di dunia.

10 negara dengan bahan nuklir terbesar yang ada di dunia tahun 2021

nuklir

Peringkat pertama diduduki oleh Negara Kazakhstan dengan sebanyak 21,8 ribu ton, Kemudian Namibia sebanyak 5.753 ton, dilanjut oleh Kanada sebanyak 4.693, Australia sebanyak 4.192, kemudian Uzbekistan sebanyak 3.500 ton, Rusia sebanyak 2.635 ton, Nigeria sebanyak 2.248 ton, Cina sebanyak 1.885 ton, kemudian India sebanyak 615 ton, dan terakhir ada Ukraina sebanyak 455 ton.

GImana sobat papanbaca, cocok nih buat kalian yang ingin buka usaha di pertambangan bahan nuklir. Namun dalam membuka pertambangan, tentunya ada syarat yang harus dan wajib di laksanakan. Yaitu haru melakukan analisis terhadap wilayah tambang yang akan menjadi tempat pertambangan bahan nuklir. Analisis tersebut meliputi :

Pertama, pengaruhnya kejadian alam serta kejadian ulah manusia terhadap keselamatan pada pertambangan mineral radioaktif.

Kedua, analisis karakteristik wilayah pertambangan dan sekitarnya yang mempunyai pengaruh pada perpindahan zat bersifat radioaktif yang dilepaskan selama proses kegiatan petambangan mineral bersifat radioaktif yang bisa sampai pada manusia dan lingkungan hidup sekitar.

Ketiga, analisis peta demografi penduduk dan karakteristik lainnya yang berasal dari wilayah pertambangan serta sekitarnya yang masih ada kaitannya dengan evaluasi resiko kepada anggota masyarakat.

Bisa jadi kemungkinan besar nih kalau Indonesia akan mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Tentunya harus disertai dengan analisa tdai itu ya sob. Serta baca artikel menarik lainnya di papanbaca.net sobat.

5 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *